Disusun dengan bantuan AI. Angka dan kutipan dari pihak lain ditautkan ke sumber yang dibuka saat menulis.
Customer service menjadi titik temu semua pertanyaan dan keluhan pelanggan, dari kanal mana pun datangnya. Ilustrasi: Nalurika
Customer service adalah bantuan dan saran yang diberikan usaha kepada orang yang membeli atau memakai produk dan jasanya, sebelum, saat, dan sesudah transaksi. Tugasnya menjawab pertanyaan, membantu pesanan, menangani keluhan, dan memastikan masalah pelanggan benar-benar selesai, lewat kanal apa pun yang dipakai pelanggan.
Di banyak usaha di Indonesia, customer service bukan lagi meja di lobi kantor. Pelanggan bertanya lewat WhatsApp, membalas cerita Instagram, mengirim pesan di marketplace, atau menelepon. Yang menjawab bisa admin, pemilik usaha sendiri, atau tim khusus. Apa pun bentuknya, cara usaha melayani pertanyaan dan keluhan sangat menentukan apakah pelanggan kembali membeli.
Artikel ini membahas pengertian customer service, alasan layanan pelanggan penting, tugas dan keterampilan yang dibutuhkan, kanal layanan, hak konsumen yang terkait, alur menangani komplain, ukuran kinerja, alat bantu kerja, dan peran AI. Bila Anda khusus mencari cara memakai AI untuk layanan pelanggan, baca juga artikel customer service AI.
Pengertian customer service
Wikipedia mendefinisikan customer service sebagai bantuan dan saran yang diberikan perusahaan kepada orang yang membeli atau memakai produk atau jasanya, baik secara langsung maupun jarak jauh (Wikipedia). IBM menambahkan sudut pandang organisasi: customer service adalah fungsi yang mengelola hubungan dengan pelanggan sepanjang perjalanan pembelian, membantu pelanggan memakai produk dengan baik, dan menyelesaikan masalah yang muncul dari pemakaian itu (IBM).
IBM juga menyebut istilah lain yang sering dipakai bergantian, yaitu customer care dan customer support. Dalam bahasa Indonesia, padanannya layanan pelanggan. Kata "customer service" sendiri dipakai untuk dua hal: fungsi layanannya, dan orang yang menjalankan fungsi itu, misalnya "customer service toko kami membalas sampai pukul delapan malam".
Kenapa layanan pelanggan penting
Menurut IBM, perbedaan layanan yang baik dan buruk berdampak nyata pada bisnis: layanan yang lebih baik membantu menjaga pelanggan tetap kembali dan meningkatkan kepuasan mereka. IBM juga mengutip McKinsey bahwa mengganti nilai satu pelanggan lama membutuhkan tiga pelanggan baru (IBM). Artinya, setiap pelanggan yang pergi karena dilayani buruk lebih mahal digantikan daripada dipertahankan.
Untuk usaha kecil, dampaknya sering lebih langsung. Satu calon pembeli yang pertanyaannya tidak dibalas berarti satu penjualan yang hilang. Satu keluhan yang diabaikan bisa berubah menjadi ulasan buruk yang dibaca banyak calon pembeli lain.
Tugas customer service
Tugas customer service mengikuti perjalanan pelanggan. Sebelum membeli, pelanggan butuh informasi. Saat membeli, mereka butuh bantuan proses. Sesudah membeli, mereka butuh panduan pemakaian dan, kadang, penyelesaian masalah.
Tugas customer service tersebar di seluruh perjalanan pelanggan, bukan hanya saat ada keluhan. Diagram: Nalurika
Menjawab pertanyaan tentang produk, stok, harga, cara pesan, dan pengiriman dengan informasi yang benar.
Membantu proses pesanan, dari konfirmasi pesanan, pembayaran, sampai informasi pengiriman.
Menangani keluhan, pengembalian barang, dan penukaran sesuai kebijakan usaha.
Membantu pemakaian produk setelah pembelian, misalnya panduan pemasangan atau perawatan.
Mencatat percakapan supaya riwayat pelanggan tidak hilang ketika yang melayani berganti orang.
Meneruskan masalah yang di luar wewenangnya ke bagian terkait, lalu memastikan ada jawaban.
Menindaklanjuti sampai pelanggan menyatakan masalahnya selesai. Cara menindaklanjuti yang sopan dibahas di artikel cara follow up customer.
Keterampilan yang dibutuhkan customer service
IBM menyebut ciri layanan pelanggan yang sangat baik adalah kecepatan merespons kebutuhan pelanggan, kemampuan memecahkan masalah secara kreatif, dan keinginan kuat membuat pelanggan senang (IBM). Wikipedia mencatat bahwa interaksi layanan yang berhasil bergantung pada petugas yang bisa menyesuaikan diri dengan kepribadian pelanggan (Wikipedia). Dari situ, keterampilan berikut paling sering dibutuhkan.
Sebagian besar layanan sekarang berlangsung lewat pesan tertulis, jadi kemampuan menulis jelas sama pentingnya dengan bicara. Diagram: Nalurika
Keterampilan komunikasi
Mendengarkan aktif berarti memahami masalah pelanggan sebelum menjawab, termasuk bertanya balik bila belum jelas. Komunikasi tertulis yang jelas penting karena sebagian besar layanan kini lewat chat: kalimat pendek, langkah bernomor, dan tanpa istilah yang membingungkan. Empati dan kesabaran membuat pelanggan yang sedang kesal merasa didengar, bukan dilawan.
Keterampilan teknis dan kerja
Pemahaman produk membuat jawaban akurat dan cepat. Pemecahan masalah membantu mencari jalan keluar yang masih sesuai kebijakan. Manajemen waktu dibutuhkan ketika pesan menumpuk di jam ramai. Penguasaan alat kerja seperti WhatsApp Business, CRM, dan dokumen prosedur membuat pekerjaan tidak bergantung pada ingatan. Satu keterampilan yang sering diremehkan: tahu kapan harus meneruskan masalah ke atasan atau bagian lain.
Kanal layanan pelanggan
IBM mencatat organisasi modern perlu melayani pelanggan lewat berbagai kanal, antara lain tatap muka, telepon, pesan teks dan aplikasi pesan seperti WhatsApp, media sosial, basis pengetahuan swalayan, dan chatbot (IBM). Di Indonesia, WhatsApp biasanya menjadi kanal utama, disusul media sosial dan chat marketplace.
Masalah yang paling sering muncul bukan kurangnya kanal, tetapi percakapan yang tersebar. Pelanggan yang bertanya di Instagram lalu melanjutkan di WhatsApp sering harus menjelaskan ulang dari awal. Menyatukan riwayat percakapan dari banyak kanal dibahas di artikel CRM omnichannel. Untuk WhatsApp, fitur pesan salam dan balasan cepat yang membantu customer service dibahas di artikel auto reply WhatsApp Business.
Customer service dan hak konsumen
Layanan pelanggan bukan hanya soal sopan santun. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen mengatur hak konsumen dan kewajiban pelaku usaha, dan beberapa di antaranya dijalankan langsung oleh customer service (JDIH BPK RI; teks lengkap di Wikisource):
Pasal 4 menyebut hak konsumen atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang atau jasa, hak untuk didengar pendapat dan keluhannya, serta hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
Pasal 7 mewajibkan pelaku usaha memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur serta penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan, juga memperlakukan atau melayani konsumen secara benar, jujur, dan tidak diskriminatif.
Dalam bahasa sehari-hari: jawaban customer service harus benar, keluhan harus didengar, dan semua pelanggan dilayani dengan standar yang sama. Penjelasan ini bersifat umum; untuk kasus hukum tertentu, konsultasikan dengan ahli hukum.
Alur menangani komplain
Komplain adalah ujian terberat customer service, sekaligus kesempatan terbesar. Pelanggan yang keluhannya ditangani dengan baik sering justru lebih percaya. Alur berikut bisa dipakai sebagai dasar prosedur di usaha kecil maupun menengah.
Langkah terakhir paling sering terlewat: memastikan pelanggan benar-benar menganggap masalahnya selesai. Diagram: Nalurika
Dengarkan dan pahami. Biarkan pelanggan menjelaskan. Ulangi inti masalahnya dengan kalimat Anda sendiri untuk memastikan tidak salah paham.
Sampaikan empati dan minta data. Akui ketidaknyamanannya, lalu minta data yang diperlukan seperti nomor pesanan, foto barang, atau tanggal transaksi.
Tawarkan solusi sesuai kebijakan. Kebijakan pengembalian dan penukaran yang tertulis membuat customer service bisa memutuskan cepat tanpa selalu bertanya ke atasan.
Catat di sistem. Kategori keluhan, solusi, dan statusnya dicatat supaya bisa dilacak dan dianalisis.
Tindak lanjuti. Hubungi lagi setelah solusi dijalankan dan pastikan pelanggan menganggap masalahnya selesai.
Agar setiap orang di tim menangani komplain dengan cara yang sama, alur ini sebaiknya dijadikan prosedur tertulis. Cara menyusunnya ada di artikel SOP adalah.
Ukuran kinerja customer service
Kinerja layanan pelanggan perlu diukur supaya bisa diperbaiki. Tabel berikut berisi ukuran yang umum dipakai. Usaha kecil cukup memilih dua atau tiga yang paling mudah dicatat.
Ukuran kinerja customer service yang umum dipakai, apa yang diukur, cara mencatatnya, dan arti angkanya bagi usaha.
Ukuran
Yang diukur
Cara mencatat
Bila memburuk
Waktu respons pertama
Jarak antara pesan pelanggan masuk dan balasan pertama
Statistik aplikasi chat atau CRM, atau sampel harian manual
Calon pembeli pindah ke penjual lain sebelum dibalas
Waktu penyelesaian
Jarak antara keluhan masuk dan masalah selesai
Tanggal buka dan tutup tiap keluhan di CRM atau spreadsheet
Keluhan menggantung dan berubah menjadi ulasan buruk
Selesai pada kontak pertama
Persentase masalah yang selesai tanpa pelanggan perlu menghubungi lagi
Tandai tiap percakapan: selesai atau perlu tindak lanjut
Informasi atau wewenang customer service kurang
Kepuasan pelanggan
Penilaian pelanggan setelah percakapan
Satu pertanyaan singkat dengan skala, dikirim setelah masalah selesai
Cara melayani atau solusinya tidak memuaskan
Komplain berulang
Jumlah keluhan dengan penyebab yang sama
Kategori keluhan yang konsisten di catatan
Akar masalah di produk atau proses belum diperbaiki
Ukuran ini paling mudah dipantau bila percakapan tercatat di satu sistem. Cara membaca angka layanan dan penjualan dalam satu tampilan dibahas di artikel CRM dashboard, dan dasar pencatatan pelanggan ada di artikel CRM adalah.
Alat bantu kerja customer service
Customer service yang bergantung pada ingatan satu orang akan goyah ketika orang itu cuti atau pindah kerja. Tiga alat bantu membuat layanan konsisten:
Prosedur tertulis untuk situasi yang sering terjadi: pertanyaan stok, keterlambatan kirim, pengembalian, dan pelanggan marah.
Basis pengetahuan berisi jawaban standar, informasi produk, dan kebijakan yang selalu diperbarui. Cara menyusunnya dibahas di artikel knowledge base.
CRM atau catatan pelanggan yang menyimpan riwayat percakapan dan pembelian, supaya siapa pun yang melayani tahu konteksnya.
Menjaga data pribadi pelanggan
Customer service setiap hari memegang data pribadi: nama, nomor telepon, alamat, dan riwayat belanja. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur pemrosesan data itu, termasuk kewajiban menjaga keamanannya (JDIH BPK RI). Kebiasaan sederhana membantu: jangan meminta data yang tidak perlu, jangan meneruskan data pelanggan ke grup chat umum, dan batasi siapa yang bisa melihat catatan pelanggan.
Customer service, sales, dan admin: bedanya di usaha kecil
Di usaha kecil, satu orang sering memegang tiga peran sekaligus: menjawab pertanyaan, menutup penjualan, dan mengurus pesanan. Memisahkan perannya di atas kertas membantu, walaupun orangnya sama.
Sales fokus mengubah calon pembeli menjadi pembeli. Ukurannya penjualan. Calon pembeli ini biasa disebut lead, dan tahapannya dipantau di sales pipeline.
Customer service fokus membantu dan menyelesaikan masalah. Ukurannya kecepatan, penyelesaian, dan kepuasan.
Ketika volume chat naik, peran yang paling cepat kewalahan biasanya customer service, karena pertanyaannya datang sepanjang hari. Di titik ini usaha mulai mempertimbangkan jalur resmi seperti WhatsApp Business API untuk beberapa admin sekaligus, atau bantuan chatbot untuk pertanyaan umum. Gambaran manfaat AI yang lebih luas di penjualan, layanan, dan operasional ada di artikel manfaat AI untuk bisnis.
Peran AI dalam customer service
Wikipedia mencatat AI generatif dan otomasi alur kerja mulai mengubah layanan pelanggan, dengan menyelesaikan pertanyaan rutin dalam jumlah besar dan menjadi asisten bagi petugas manusia secara langsung, sementara pekerjaan manusia makin terpusat pada percakapan yang rumit, sensitif secara emosi, dan yang dieskalasi (Wikipedia).
AI paling berguna untuk pertanyaan berulang. Keputusan dan percakapan yang sensitif tetap di tangan manusia, dengan jalur serah-terima yang jelas. Diagram: Nalurika
Untuk usaha kecil, pembagian yang realistis: AI menjawab pertanyaan berulang yang jawabannya jelas, merangkum riwayat chat sebelum admin membalas, dan menyiapkan draf balasan. Manusia menangani pelanggan yang marah, keputusan pengecualian, dan masalah yang tidak ada di prosedur. Kuncinya ada di serah-terima: AI harus tahu kapan berhenti dan menyerahkan chat ke admin. Contoh penerapannya dibahas di artikel chatbot WhatsApp dan customer service AI.
Kalau chat pelanggan Anda sudah menumpuk dan Anda ingin layanan yang lebih rapi, dengan AI yang menjawab pertanyaan umum dan menyerahkan sisanya ke admin, lihat jasa AI untuk bisnis dari Nalurika. Artikel lain seputar layanan pelanggan dan WhatsApp ada di halaman artikel.
Customer service adalah bantuan dan saran yang diberikan usaha kepada orang yang membeli atau memakai produk dan jasanya, baik langsung maupun jarak jauh. Dalam praktik, customer service menjawab pertanyaan, membantu pemakaian produk, menangani keluhan, dan memastikan pelanggan puas sebelum, saat, dan sesudah membeli.
Tugas utamanya menjawab pertanyaan calon pembeli dan pelanggan, membantu proses pesanan, menangani keluhan dan pengembalian, memberi informasi produk yang benar, mencatat setiap percakapan, meneruskan masalah yang tidak bisa diselesaikan ke bagian terkait, dan menindaklanjuti sampai masalah pelanggan benar-benar selesai.
Keterampilan yang paling penting adalah mendengarkan dengan aktif, berkomunikasi lisan dan tertulis dengan jelas, sabar dan berempati, memahami produk dengan baik, memecahkan masalah, mengelola waktu ketika pesan menumpuk, dan menguasai alat kerja seperti WhatsApp Business, CRM, dan dokumen prosedur.
Customer service adalah fungsi atau peran melayani pelanggan, yang bisa dijalankan manusia, alat bantu, atau keduanya. Customer service AI adalah pemakaian AI, misalnya chatbot atau asisten balasan, untuk membantu fungsi itu. AI cocok untuk pertanyaan yang berulang dan jawabannya jelas, sedangkan keluhan rumit dan keputusan pengecualian tetap paling baik ditangani manusia.
Dengarkan dan pahami masalahnya, sampaikan permintaan maaf atau empati yang tulus, kumpulkan data yang diperlukan seperti nomor pesanan, tawarkan solusi sesuai kebijakan yang jelas, catat semuanya di sistem, lalu tindak lanjuti sampai pelanggan mengonfirmasi masalahnya selesai. Komplain yang berulang dilaporkan supaya penyebabnya diperbaiki.
Ukuran yang umum dipakai adalah waktu respons pertama, waktu sampai masalah selesai, persentase masalah yang selesai pada kontak pertama, kepuasan pelanggan setelah percakapan, dan jumlah komplain berulang untuk masalah yang sama. Pilih beberapa ukuran yang benar-benar bisa dicatat dan dibahas rutin bersama tim.
Tidak selalu harus orang khusus, tetapi fungsinya tetap harus ada. Di usaha kecil, pemilik atau admin penjualan sering merangkap customer service. Yang penting ada jam layanan yang jelas, jawaban standar untuk pertanyaan umum, aturan menangani keluhan, dan pencatatan percakapan supaya tidak ada pelanggan yang terlewat.
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen menyebut beberapa hak konsumen yang langsung berkaitan dengan layanan pelanggan, antara lain hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur, hak untuk didengar pendapat dan keluhannya, serta hak untuk dilayani secara benar, jujur, dan tidak diskriminatif. Customer service adalah tempat hak-hak itu paling sering dijalankan sehari-hari.
Ceritakan kanal yang dipakai pelanggan Anda dan pertanyaan yang paling sering masuk. Kami bantu merapikan alur layanan, jawaban standar, dan bagian yang aman dibantu AI dengan serah-terima ke admin. Kami membalas di jam kerja.