Bisnis

CRM Marketing: Pengertian, Contoh, dan Cara Memakainya untuk Promosi

Disusun dengan bantuan AI. Angka dan kutipan dari pihak lain ditautkan ke sumber yang dibuka saat menulis.

Ilustrasi abstrak kumpulan titik kontak pelanggan di kiri yang dipilah menjadi tiga kelompok berwarna, lalu masing-masing tersambung ke kartu pesan di kanan, di latar teal gelap
CRM marketing memilah pelanggan berdasarkan datanya, lalu mengirim pesan yang berbeda untuk tiap kelompok. Ilustrasi: Nalurika

CRM marketing adalah cara memakai data pelanggan yang tercatat di CRM, seperti riwayat pembelian, minat, dan percakapan, untuk mengirim promosi yang tepat ke orang yang tepat. Alih-alih mengirim pesan yang sama ke semua kontak, pelanggan dipilah menjadi beberapa kelompok, masing-masing menerima pesan yang sesuai, dan hasilnya dicatat kembali ke CRM.

Banyak usaha sudah punya data pelanggan: daftar kontak WhatsApp, catatan pesanan di spreadsheet, atau riwayat transaksi di aplikasi kasir. Masalahnya, data itu jarang dipakai untuk promosi. Yang terjadi biasanya satu dari dua hal: promosi tidak pernah dikirim karena takut mengganggu, atau satu pesan yang sama dikirim ke semua orang, termasuk yang baru kemarin membeli barang yang sama.

Artikel ini membahas pengertian CRM marketing, cara menyusun segmen pelanggan dari data CRM, contoh kampanye untuk beberapa kelompok pelanggan, kanal WhatsApp dan email beserta aturan izinnya, cara mengukur hasil, privasi menurut UU Pelindungan Data Pribadi, dan peran otomasi serta AI. Kalau Anda belum yakin apa itu CRM, mulai dulu dari artikel CRM adalah.

Pengertian CRM marketing

IBM mendefinisikan customer relationship management (CRM) sebagai sekumpulan teknologi terintegrasi untuk mendokumentasikan, melacak, dan mengelola hubungan organisasi dengan pelanggan yang sudah ada maupun calon pelanggan. Dalam penjelasan yang sama, IBM menyebut data CRM memungkinkan segmentasi pelanggan yang lebih baik dan upaya pemasaran yang lebih terarah, serta membantu mempersonalisasi kampanye pemasaran (IBM).

Dari situ, CRM marketing (sering juga dicari sebagai "CRM in marketing") bisa dipahami sebagai pemakaian data di CRM untuk keperluan pemasaran. Intinya ada tiga kegiatan yang berulang:

  • Memilah. Pelanggan dikelompokkan berdasarkan data, misalnya kapan terakhir membeli, seberapa sering, atau produk apa yang diminati.
  • Menyapa dengan relevan. Tiap kelompok menerima pesan yang berbeda, lewat kanal yang sudah mereka izinkan, pada waktu yang masuk akal.
  • Mencatat kembali. Balasan, pembelian, dan permintaan berhenti dicatat ke CRM, sehingga kampanye berikutnya lebih tepat.

Bedanya dengan promosi biasa ada di langkah pertama dan ketiga. Promosi biasa berhenti setelah pesan terkirim. CRM marketing memperlakukan setiap kampanye sebagai bahan untuk memperbaiki data dan kampanye berikutnya. Itulah sebabnya CRM marketing sangat dekat dengan pekerjaan penjualan: calon pembeli yang tercatat sebagai lead dan bergerak di sales pipeline juga bagian dari data yang sama.

Diagram siklus CRM marketing lima tahap: data pelanggan di CRM, segmen berdasarkan data, pesan dan kanal yang diizinkan, kirim dan layani balasan, ukur hasil, lalu hasilnya dicatat kembali ke data pelanggan
CRM marketing berjalan sebagai siklus. Hasil setiap kampanye memperbaiki data untuk kampanye berikutnya. Diagram: Nalurika

Menyusun segmen pelanggan dari data CRM

Segmen adalah kelompok pelanggan yang punya kesamaan data dan karena itu layak menerima pesan yang sama. Segmen yang baik untuk usaha kecil tidak perlu rumit. Yang penting, setiap segmen bisa ditentukan dari kolom data yang memang ada di CRM Anda.

Mulai dari tiga pertanyaan: kapan, seberapa sering, berapa banyak

Salah satu teknik yang banyak dipakai adalah analisis RFM. TechTarget menjelaskan RFM sebagai teknik pemasaran untuk mengurutkan dan mengelompokkan pelanggan berdasarkan seberapa baru transaksi terakhir (recency), seberapa sering membeli (frequency), dan total nilai belanja (monetary), untuk menemukan pelanggan terbaik dan menjalankan kampanye yang terarah (TechTarget).

Untuk usaha kecil, versi sederhananya cukup tiga kolom: tanggal pembelian terakhir, jumlah transaksi, dan total belanja. Dari tiga kolom itu sudah bisa dibuat segmen berikut.

Diagram empat segmen pelanggan dari data CRM beserta kolom data penentunya: lead belum membeli ditentukan dari status lead tanpa transaksi, pelanggan baru dari satu transaksi dalam periode terakhir, pembeli berulang dari dua transaksi atau lebih, dan pelanggan tidur dari tanggal pembelian terakhir yang sudah lama
Setiap segmen ditentukan dari kolom yang benar-benar ada di CRM. Batas waktunya disesuaikan dengan siklus beli produk Anda. Diagram: Nalurika

Batas waktu mengikuti siklus beli produk

Kapan seseorang dianggap "pelanggan tidur" tidak punya angka baku. Toko kopi bubuk yang pelanggannya membeli tiap beberapa minggu tentu berbeda dengan penjual furnitur yang pelanggannya membeli sekali dalam beberapa tahun. Tentukan batasnya dari pola beli pelanggan Anda sendiri, lalu tinjau ulang setelah beberapa kampanye.

Tambahkan kolom izin

Satu kolom yang sering terlupa: status izin promosi per kanal. Pelanggan yang pernah membeli belum tentu setuju menerima promosi lewat WhatsApp. Kolom ini menentukan siapa yang boleh masuk daftar kirim, dan pembahasannya ada di bagian kanal serta privasi di bawah. Kalau data Anda masih tersebar di beberapa aplikasi chat dan marketplace, menyatukannya lebih dulu dibahas di artikel CRM omnichannel.

Contoh kampanye CRM marketing per segmen

Tabel berikut berisi contoh kampanye untuk empat segmen yang paling umum. Contoh pesannya sengaja dibuat singkat; sesuaikan dengan gaya bicara usaha Anda.

Contoh kampanye CRM marketing untuk empat segmen pelanggan, beserta data pemicu dan ukuran hasilnya.
SegmenData pemicu di CRMTujuan kampanyeContoh isi pesanUkuran hasil
Lead belum membeliStatus lead, tanggal tanya terakhir, produk yang ditanyakanMenjawab keraguan dan mengajak membeliMenjawab pertanyaan yang belum selesai, memberi info stok atau pilihan lain yang sesuaiLead yang membalas dan yang menjadi pembeli
Pelanggan baruSatu transaksi, tanggal beli pertamaPengalaman pertama yang baik, pembelian keduaUcapan terima kasih, panduan pemakaian, cara menghubungi bila ada kendalaPertanyaan yang terselesaikan, pembelian kedua dalam periode tertentu
Pembeli berulangDua transaksi atau lebih, jarak antarpembelianMenjaga kebiasaan membeliPengingat isi ulang menjelang produk biasanya habis, info produk baru yang sejenisPembelian ulang, nilai belanja per pelanggan
Pelanggan tidurTanggal pembelian terakhir melewati batas siklus beliMengajak kembali atau memahami alasan berhentiSapaan singkat dengan info yang baru, pertanyaan apakah masih tertarik, pilihan untuk berhenti menerima pesanPelanggan yang kembali membeli, jumlah yang meminta berhenti

Untuk lead yang belum membeli, pola pesan lanjutan yang sopan dan membawa alasan baru dibahas lengkap di artikel cara follow up customer. Untuk pelanggan tidur, satu pesan yang relevan biasanya lebih baik daripada rangkaian promosi beruntun. Bila tidak ada respons, catat dan berhenti, jangan terus dikirimi.

Kanal CRM marketing: WhatsApp dan email

WhatsApp dan email adalah dua kanal yang umum dipakai untuk menjalankan kampanye dari data CRM. Keduanya punya aturan izin yang harus dipatuhi, dan pelanggaran aturan bisa berujung pada akun yang dibatasi atau pesan yang masuk folder spam.

WhatsApp: izin dulu, baru kirim

Kebijakan Pengiriman Pesan WhatsApp Business menyatakan bisnis bertanggung jawab menentukan metode keikutsertaan (opt-in), wajib menghormati permintaan seseorang untuk memblokir atau berhenti dihubungi, dan tidak boleh mengirim spam atau pesan yang menyesatkan (WhatsApp). Dokumentasi Meta menambahkan bahwa saat meminta izin, bisnis harus menyatakan dengan jelas bahwa orang tersebut setuju menerima komunikasi dari bisnis, menyebut nama bisnisnya dengan jelas, dan mematuhi hukum yang berlaku. Meta juga menyarankan izin terpisah per kategori pesan serta petunjuk yang jelas untuk berhenti (Meta for Developers).

Dalam praktik CRM, artinya status izin dicatat per kanal dan bila memungkinkan per kategori, misalnya "info pesanan" terpisah dari "promosi". Untuk volume kecil, fitur siaran di aplikasi WhatsApp Business bisa dipakai, dengan batasan yang dibahas di artikel broadcast WhatsApp. Untuk volume besar atau pesan otomatis dari CRM, jalurnya lewat WhatsApp Business API dengan templat pesan yang disetujui.

Email: autentikasi dan tombol berhenti

Email masih berguna untuk pesan yang lebih panjang, seperti katalog bulanan atau panduan produk. Google mewajibkan semua pengirim ke akun Gmail menyiapkan autentikasi SPF atau DKIM dan menjaga tingkat spam di bawah 0,3 persen. Pengirim lebih dari 5.000 pesan per hari ke Gmail juga wajib memasang DMARC dan menyediakan berhenti berlangganan sekali klik untuk pesan pemasaran (Google Workspace Admin Help). Walaupun usaha kecil jarang mencapai angka itu, menyediakan tautan berhenti yang jelas tetap praktik yang baik.

Memilih kanal per segmen

Tidak semua segmen cocok di kanal yang sama. Pesan singkat dan mendesak, seperti pengingat isi ulang, cocok di WhatsApp. Konten panjang yang tidak mendesak lebih cocok di email. Yang terpenting, kirim lewat kanal yang sudah diizinkan pelanggan, bukan kanal yang paling murah bagi Anda.

Mengukur hasil CRM marketing

Kampanye yang tidak diukur tidak bisa diperbaiki. Karena semua kontak ada di CRM, Anda bisa melihat hasil per segmen, bukan hanya total. Ukuran yang sederhana tetapi berguna:

  • Terkirim dan terbaca. Berapa pesan yang sampai. Angka ini hanya menunjukkan jangkauan, bukan keberhasilan.
  • Balasan. Berapa yang membalas atau bertanya. Balasan adalah sinyal paling awal bahwa pesan relevan.
  • Pembelian dalam periode tertentu. Berapa penerima yang membeli dalam, misalnya, tujuh atau empat belas hari setelah pesan. Tetapkan periodenya sebelum kampanye dimulai.
  • Permintaan berhenti dan blokir. Angka yang naik adalah peringatan bahwa pesan terlalu sering atau tidak relevan untuk segmen itu.
  • Perbandingan. Bila memungkinkan, sisihkan sebagian kecil segmen yang tidak menerima pesan. Selisih pembelian antara dua kelompok itu memberi gambaran dampak kampanye yang lebih jujur daripada angka penjualan total.

Ukuran-ukuran ini paling mudah dipantau lewat satu tampilan. Cara menyusunnya dibahas di artikel CRM dashboard. Bila data masih di spreadsheet, perhitungan per segmen bisa dibantu dengan cara yang dibahas di artikel Excel AI.

Privasi dan izin pelanggan menurut UU PDP

CRM marketing berarti memproses data pribadi: nama, nomor telepon, alamat email, dan riwayat belanja. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mengatur pemrosesan ini, dan beberapa ketentuannya langsung berkaitan dengan promosi (JDIH BPK RI):

  • Dasar pemrosesan. Pasal 20 mewajibkan pengendali data pribadi punya dasar pemrosesan, salah satunya persetujuan yang sah secara eksplisit dari pemilik data untuk satu atau beberapa tujuan tertentu yang telah disampaikan kepadanya.
  • Hak menarik persetujuan. Pasal 9 menyatakan pemilik data berhak menarik kembali persetujuan pemrosesan data pribadinya.
  • Batas waktu menghentikan pemrosesan. Pasal 40 mewajibkan pengendali menghentikan pemrosesan bila persetujuan ditarik, paling lambat 3 x 24 jam sejak permintaan diterima.
Diagram daftar periksa izin dan privasi CRM marketing: minta izin dengan menyebut nama bisnis dan tujuan, catat kapan dan lewat mana izin diberikan, pisahkan izin per kategori pesan, sediakan cara berhenti yang jelas, hentikan pengiriman paling lambat 3 kali 24 jam setelah persetujuan ditarik, dan simpan hanya data yang dipakai
Izin yang tercatat rapi di CRM melindungi pelanggan sekaligus akun pengiriman Anda. Diagram: Nalurika

Terjemahannya ke kebiasaan sehari-hari: tanyakan izin promosi secara terpisah dari transaksi, catat kapan dan lewat mana izin diberikan, sediakan cara berhenti di setiap pesan promosi, dan pastikan permintaan berhenti langsung mengubah status di CRM. Simpan juga hanya data yang memang dipakai. Penjelasan ini bersifat umum; untuk kebutuhan hukum yang spesifik, konsultasikan dengan ahli hukum.

Peran otomasi dan AI dalam CRM marketing

Setelah segmen dan izin rapi, sebagian besar pekerjaan CRM marketing bersifat berulang: memeriksa siapa yang masuk segmen hari ini, mengirim pesan yang sesuai, dan mencatat hasilnya. Di sinilah otomasi membantu. Contohnya, setiap pagi alur otomatis memeriksa pelanggan yang tanggal beli terakhirnya melewati batas siklus, lalu menyiapkan daftar kirim untuk diperiksa admin. Alat seperti n8n bisa menghubungkan CRM, WhatsApp, dan email tanpa banyak kode.

IBM menyebut CRM operasional memungkinkan organisasi mengotomatiskan tugas pemasaran dan membuat kampanye promosi yang disesuaikan, serta menyebut analitik prediktif sebagai salah satu kontribusi AI yang paling bernilai dalam CRM, misalnya untuk memutuskan kelompok pelanggan mana yang ditargetkan (IBM). Untuk usaha kecil, pemakaian AI yang paling realistis adalah:

  • Menulis variasi pesan per segmen, yang lalu dipilih dan disunting manusia.
  • Merangkum riwayat percakapan pelanggan sebelum admin membalas, supaya balasannya nyambung.
  • Menjawab pertanyaan umum yang muncul setelah kampanye, lewat chatbot WhatsApp yang berpijak pada data produk yang benar, dengan jalur ke admin manusia.

Yang tetap di tangan manusia: siapa yang dihubungi, isi penawaran, frekuensi pengiriman, dan kepatuhan izin. AI yang salah menyimpulkan segmen bisa membuat pelanggan menerima pesan yang tidak pantas, dan itu merusak kepercayaan lebih cepat daripada tidak mengirim apa pun. Langkah lebih jauh, seperti AI agent yang menjalankan sebagian alur sendiri, sebaiknya baru dipertimbangkan setelah alur manualnya terbukti rapi.

Kalau Anda ingin data pelanggan yang sudah ada mulai bekerja untuk promosi, dengan alur pesan berbasis izin dan pencatatan otomatis di CRM, lihat jasa AI untuk bisnis dari Nalurika. Artikel lain seputar CRM dan WhatsApp untuk usaha ada di halaman artikel.

Sumber

  1. What is customer relationship management (CRM)?, IBM (diakses 9 Oktober 2026)
  2. What is RFM analysis (recency, frequency, monetary)?, TechTarget (diakses 9 Oktober 2026)
  3. Kebijakan Pengiriman Pesan WhatsApp Business, WhatsApp (diakses 9 Oktober 2026)
  4. Get opt-in for WhatsApp, Meta for Developers (diakses 9 Oktober 2026)
  5. Email sender guidelines, Google Workspace Admin Help (diakses 9 Oktober 2026)
  6. UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, JDIH BPK RI (diakses 9 Oktober 2026)
Tanya jawab

Pertanyaan seputar topik ini

CRM marketing adalah memakai data pelanggan yang tercatat di sistem CRM, seperti riwayat pembelian, minat, dan percakapan, untuk merancang promosi yang tepat sasaran. Pelanggan dikelompokkan berdasarkan datanya, lalu tiap kelompok menerima pesan yang berbeda lewat kanal yang sudah mereka izinkan, dan hasilnya dicatat kembali ke CRM.

Contoh sederhana: toko mengirim ucapan terima kasih dan panduan pemakaian kepada pembeli pertama, menawarkan isi ulang kepada pembeli berulang saat produknya kira-kira habis, dan menyapa pelanggan yang lama tidak belanja dengan info produk baru. Semuanya berdasarkan tanggal dan riwayat pembelian yang tercatat di CRM.

Broadcast biasa mengirim pesan yang sama ke semua kontak. CRM marketing memilah kontak dulu berdasarkan data, misalnya pembeli baru, pembeli berulang, atau pelanggan tidur, lalu mengirim pesan yang berbeda untuk tiap kelompok dan mencatat hasilnya. Penerima mendapat pesan yang lebih relevan, dan Anda tahu kelompok mana yang merespons.

Tidak otomatis boleh. Kebijakan WhatsApp Business mensyaratkan izin dari orang yang dihubungi, dan Meta meminta bisnis menyebut nama bisnisnya dengan jelas saat meminta izin. Pelanggan yang pernah membeli belum tentu setuju menerima promosi. Catat izin promosi sebagai kolom tersendiri di CRM dan kirim hanya ke yang sudah setuju.

Minimal nama, nomor atau email, sumber kontak, tanggal pembelian pertama dan terakhir, jumlah transaksi, produk yang dibeli, status izin promosi per kanal, dan catatan percakapan penting. Kumpulkan hanya data yang benar-benar dipakai untuk melayani dan memasarkan, karena setiap data pribadi yang disimpan ikut menjadi tanggung jawab usaha Anda.

Ukur per kampanye dan per segmen: berapa pesan terkirim, berapa yang membalas, berapa yang membeli dalam periode tertentu, dan berapa yang meminta berhenti. Bandingkan dengan kelompok serupa yang tidak menerima kampanye bila memungkinkan. Angka berhenti berlangganan yang naik menandakan pesan terlalu sering atau tidak relevan.

Tidak harus. Usaha kecil bisa memulai dari spreadsheet yang rapi dengan kolom tanggal beli, jumlah transaksi, dan status izin. Software CRM baru terasa perlu ketika kontak makin banyak, beberapa orang memegang data yang sama, atau Anda ingin pesan terkirim otomatis berdasarkan pemicu tertentu.

AI membantu menulis variasi pesan per segmen, merangkum riwayat percakapan pelanggan, dan memperkirakan kelompok mana yang paling mungkin membeli. IBM menyebut analitik prediktif sebagai salah satu kontribusi AI dalam CRM. Keputusan siapa yang dihubungi, isi penawaran, dan kepatuhan izin tetap perlu diperiksa manusia.

Tanya langsung

Data pelanggan sudah ada, tetapi belum dipakai untuk promosi?

Ceritakan di mana data pelanggan Anda tersimpan sekarang dan kanal yang dipakai untuk promosi. Kami bantu menyusun segmen, alur pesan berbasis izin, dan pencatatannya di CRM. Kami membalas di jam kerja.

Tanya via WhatsApp